RSS

“Atra Allah, ta bri keu hamba Allah, singoh geubri laen le Allah”

13 Apr

Sepintas, tidak ada yang istimewa dari pria berperawakan tinggi dan berkulit gelap ini, selain tampaknya yang sedikit sangar dan terlihat tegas. Namun, siapa sangka ia ternyata memiliki hati yang begitu mulia. Ia memiliki empati yang luar biasa dan memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi.

Sayuti, 37 th, begitulah orang mengenalnya, ia adalah seorang warga gampong Alue Naga. Tepatnya, Keusyiek Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kesehariannya, selain disibukkan dengan rutinitasnya mengurus  warga, ia juga mencari nafkah bagi kelurga layaknya pria pada umumnya. Namun, ada satu keistimewaan dari pria yang memperisteri Syarifah, 3 tahun lalu ini. Baginya rezeki yang dia peroleh adalah harta Allah, titipan Allah. Sehingga begitu mudahnya baginya untuk menginfaqkannya kepada orang yang memang benar-benar mebutuhkannya.

Atra Allah, ta bri keu hamba Allah, singoh geubri laen le Allah”. Itu prinsip hidup yang ia sampaikan, jika kita bertanya mengapa begitu mudahnya ia merogoh koceknya untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Prinsip yang tidak semua orang bisa menerapkannya. Karena ia menyangkut pengurangan kepemilikan harta.

Dengan prinsip yang dijalaninya ini, ia tidak pernah merasa kekurangan apa pun. Meski kadang-kadang ia harus keluar pagi dari rumahnya tanpa memegang selembar rupiah pun. Namun, kebahagiaan dan kemudahan senantiasa menghampirinya.

Memang benar firman Allah “Barang siapa yang memberikan satu kebaikan, maka Allah akan mendatangkan sepuluh kebaikan kepadanya.”

Bagi Keusyiek, begitu ia kerap disapa, hidup ini adalah persinggahan. Begitu juga harta, ia hanya sekedar singgah di tangan kita untuk kita gunakan dan kita sampaikan kepada yang berhak menerimanya. “Dalam hidup kita cukup memikirkan apa yang kita rasa mampu memikirkannya, jangan paksa diri memikirkan sesuatu di luar kemampuan kita. Dan kerjakan apa-apa yang kira-kira mampu kita pertanggungjawabkan. Begitu kata Syeikh Abdur Rauf As-Singkili ” tutupnya, mengakhiri perjumpaan kami sore itu. (el)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 13, 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: