RSS

Wanita; Pelopor Hidup Sehat Keluarga dan Bangsa

04 May

ImageSaat berbicara masalah kesehatan, kita tidak bisa berlepas dari berbagai peran wanita di dalamnya. Baik sebagai objek bahasan, maupun sebagai individu yang menjadi motor penggerak kesehatan itu sendiri. Dalam kaitannya sebagai penggerak kesehatan, wanita adalah lokomotif terdepan yang mampu berbicara banyak hal dalam tatanan kehidupan. Terutama dalam lingkup keluarga. Wanita sebagai ibu sekaligus isteri sudah tentu memiliki peranan yang sangat signifikan dalam mewujudkan keluarga yang sehat. Dan saat semua wanita sadar akan peran strategis ini dan mau turut andil di dalamnya, maka mimpi kita menjadi bangsa yang sehat akan segera terwujud adanya.

Kehadiran seorang wanita dalam kehidupan ini bukan hanya sebagai teman hidup pria atau menjadi ladang persemaian benih bahkan tempat menumbuhkan generasi baru saja. Namun lebih dari itu, wanita sebagai seorang ibu atau calon ibu memilki peran lain yang lebih mendasar. Ia adalah peletak dasar segala prilaku sehat di rumah tangga.

Wanita sebagai seorang ibu adalah sandaran sekaligus tempat belajar seluruh anggota keluarga. Tidak mengherankan jika kemudian dia dikenal sebagai Madrasatul Ula (sekolah pertama) bagi keluarga. Darinya, anggota keluarga belajar banyak hal tentang kehidupan, termasuk nilai-nilai kesehatan.

Seorang ibu yang telah mengerti arti penting kesehatan akan menjadi lokomotif bagi keluarga dalam menjamin terpenuhinya standar-standar hidup sehat. Hidup sehat tidak mesti mahal. Dalam hal pemenuhan gizi dan nutrisi misalnya, makanan yang mewah belum tentu menyajikan gizi dan nutrisi yang seimbang. Karenanya, ibu yang hidup dalam keluarga yang memiliki keterbatasan sumber daya ekonomi pun akan mampu memenuhinya dengan memanfaatkan kearifan lokal yang tersedia.

Di sisi lain, ibu yang mengerti akan nilai-nilai kesehatan pun tidak akan membiarkan keluarganya hidup dalam lingkungan yang rentan terhadap timbulnya berbagai macam penyakit. Ia akan membiasakan anggota keluarganya dengan pola hidup sehat. Membiasakan anaknya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan misalnya, atau dengan mengajak anaknya berdisiplin dalam menggunakan kamar mandi. Kebiasaan-kebiasaan yang dibangun ibu kepada anaknya akan terus membekas sepanjang hidupnya.

Anis Matta dalam bukunya Membangun Karakter Muslim Sejati, mengatakan bahwa saat suatu tindakan diulang terus menerus maka ia akan menjadi kebiasaan (habits). Dan saat habits itu diulang terus menerus, maka ia akan menjadi karakter. Saat karakter seperti ini telah menghiasi kehidupan anak-anak kita. Maka jalan menuju bangsa yang sehat semakin terbuka.

Dr. Tirta Prawita Sari, MSc, Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi mengungkapkan bahwa ibu atau wanita usia subur merupakan investasi sempurna bila ingin mendapatkan bangsa dengan status kesehatan yang baik. Pendidikan secara kontinyu pada kelompok ibu dan kemudian diterapkan akan menjadi “proyek” efektif dan efisien untuk mengatasi masalah kesehatan di Indonesia.

Tak perlu program ambisius yang menyita banyak dana, cukup siapkan saja sepasukan ibu sadar akan kesehatan, maka bangsa ini akan terlindungi dari segala masalah kesehatan. gampang kan?

tulisan ini ditulis untuk mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Liza Fathiariani dan disponsori oleh Blogdetik , Kamoe Publishing Forum Lingkar Pena Aceh , Piyoh Design , Rise Up Coffeehouse, Kedai Bandar Buku, falyadesign.com | Your Design Partner”

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 4, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: