RSS

Ternyata Wanita Lebih Peduli Kesehatan Ketimbang Pria

05 May

ImageAku anak sehat tubuhku kuat

Karena ibuku rajin dan cermat

Semasa aku bayi selalu diberi asi

Makanan bergizi dan imunisasi

 

Berat badanku ditimbang selalu

Posyandu menunggu setiap waktu

Bila aku diare ibu selalu waspada

pertolongan oralit selalu siap sedia

Masihkah kita ingat lagu di atas? Masa kecil saya lagu ini begitu populer. Saking populernya, hampir semua teman sekolah saya bisa menyanyikannya. Saat itu saya tidak begitu mengerti akan makna yang tersirat dalam lagu tersebut. Ah, itu kan hanya sebuah lagu, pikir saya. Lagi pun pikiran analitis seorang anak kecil kan belum begitu jalan. Namun, setelah saya beranjak dewasa, saya baru menyadari ternyata peran seorang wanita yang bernama ibu itu begitu luar biasa bagi kesehatan anaknya.Bayangkan saja, saat anak menangis tengah malam, siapa yang pertama kali bangun? Kemudian ketika si kecil demam, siapa yang paling cemas?. Kecemasan dan kekhawatiran itu kadang-kadang terkesan berlebihan. Namun, itu wanita yang bernama Ibu. Kepeduliannya memang telah tertanam dalam dada. Kasih sayangnya memang telah menghiasi jiwanya. Dengan ia menjadi care dengan dirinya dan sekelilingnya.

Saat kita beranjak remaja, lingkungan sudah mulai mempengaruhi kita bahkan mungkin membentuk kita. Sehingga pola hidup yang sebelumnya sudah tertata rapi, baik dalam hal pergaulan maupun kesehatan, pelan-pelan mulai luntur. Dan kita pun mulai hidup dalam ketidak teraturan. Kalau tidak mau dibilang urakan. Kita sudah mulai me-nafi-kan nilai-nilai kesehatan. Meskipun demikian, wanita yang bernama ibu itu pun masih sering mengingatkan kita.

Semakin dewasa kita, semakin sering kita melupakan nilai-nilai kesehatan. Apalagi kita sebagai seorang pria, secara umum pria memiliki status kesehatan yang lebih buruk dibandingkan dengan wanita, hal ini terjadi karena beberapa faktor, antara lain budaya masyarakat yang menekankan pentingnya pencapaian dan kompetensi. Selain itu kepercayaan akan kejantanan dan keberanian membuat pria lebih banyak melakukan pekerjaan yang potensial berbahaya serta kecenderungan untuk tidak menggunakan alat pencegahan yang cukup.

Saat sudah menikah pun, pria cenderung mengabaikan sisi kesehatannya. Ia lebih memilih berfokus pada tugasnya sebagai kepala keluarga, sebagai ayah atau pun sebagai suami. Ia baru merasa perlu memperhatikan kesehatannya ketika suatu penyakit menimpanya.

Ada sisi menarik dari dunia pria, jika kita melihat dari kacamata kesehatan, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, Staf Dept. Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM. Beliau menyatakan bahwa pria memiliki sifat dan perasaan takut, malu dan tidak mau mengalah. Ketakutan akan eksistensinya sebagai pria yang diragukan, malu untuk menyatakan diri sakit yang diidentikkan sebagai kelemahan dan selalu berusaha menampilkan diri serba mampu sehingga muncul sifat tidak mau mengalah. Belum lagi kekhasan coping mechanism yang terjadi pada pria yang sedang mengalami keadaan/kejadian/peristiwa yang cukup berat, umumnya mereka melakukan hal-hal yang kurang baik untuk kesehatan mereka sendiri, seperti merokok dan minum alkohol. Karenanya, masih menurut Dr. Edy, harus ada keterlibatan kelompok lain dalam memperhatikan masalah kesehatan pria. Dan kelompok yang paling tepat melakukan itu adalah wanita.

Menurut Dr.Charles Damping, SpKJ (K), ada tiga alasan utama kenapa wanita perlu terlibat dalam masalah kesehatan pria. Pertama, mereka terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai masalah kesehatan dalam keluarga. Kedua, mereka cenderung mengetahui lebih banyak mengenai kesehatan dan pelayanan kesehatan, berperan aktif dalam pencegahan masalah kesehatan serta pengobatan dan yang terakhir adalah mereka peduli karena mereka juga peduli dengan kesehatan mereka, sebab kesehatan pria akan berdampak langsung kepada kesehatan mereka, kenikmatan kehidupan sosial serta jalan hidup mereka.

Inilah sebagian dari begitu banyaknya peran wanita dalam dunia kesehatan. Terutama menyangkut kesehatan pria. Dan terlihat dengan cukup jelas bahwa ternyata wanita memang lebih peduli terhadap kesehatan daripada pria.

Tulisan ini ditulis untuk mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Liza Fathiariani dan disponsori oleh Blogdetik , Kamoe Publishing Forum Lingkar Pena Aceh , Piyoh Design , Rise Up Coffeehouse, Kedai Bandar Buku, falyadesign.com | Your Design Partner”

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 5, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: