RSS

Jeruk Makan Jeruk

06 Jun

ImageAgaknya ungkapan di atas sesuai untuk menggambarkan kondisiku saat ini. Bagaimana tidak, seorang sahabat yang seharusnya melindungi sahabatnya malah menggunting dalam lipatan. Ia begitu berani mengibuli kawann hanya karena rayuan materi semata. Demi uang sahabat pun ditendang.Kejadian ini terjadi beberapa bulan lalu saat aku bersama isteri mencari baju kerja di salah satu toko di Langsa. Tanpa diduga sebelumnya ternyata pemiliki toko adalah sahabat lama ku di Sigli. Dia memang tidak satu sekolah dengan ku. Aku mengenalnya dari pacarnya yang notabene-nya adalah kawan satu kelas ku di SMA.

Akhirnya, percakapan pun mengarah ke kenangan masa lalu. Tentu saja sambil memilih kemeja putih lengan pendek untuk aku bekerja. Setelah ngobrol ngarol ngidul kemana-mana ia pun memberikan satu kemeja putih merk Polo dengan harga yang bombastis, Rp.150.000,-. Aku pun sempat terhenyak. Ia bakalan merobek kantongku.

Sambil mempertimbangkan harganya, aku menoleh isteriku dengan maksud meminta pendapatnya. “Kainnya kurang bagus, Kanda. Nanti akan tertarik benangnya (ia mengistilahkan dengan bahasa Aceh “meusiet”).” Kata isteriku.

Namun secepat kilat menyambar, kawanku pemilik toko tersebut membantah. “Oh tidak, Kak. Ini kainnya bagus. Merk-nya aja Polo.”

Aku sebenarnya lebih percaya omongan isteriku. Ia sudah begitu pengalaman dengan berbagai jenis kain. Maklum, isteriku punya profesi sampingan sebegai penjahit baju wanita. Namun, atas pertimbangan persahabatan dan lama waktu tidak berjumpa aku memutuskan mengambilnya. “Ah, biarlah aku ambil. Siapa tahu kata-kata kawanku benar. Masa sih, ia akan membohongiku teman lamanya.” Batinku.

Hari pun berganti. Aku pun sudah memakainya untuk ke kantor. Minggu pertama berjalan aman. Kemeja itu memang enak di pakai. Namun setelah sebulan, keraguanku muncul. Kain lengan kemejaku mulai tertarik menjarang. Padahal isteriku mengaku bahwa ia mencucinya tidak memakai mesin cuci apalagi memakai sikat. “Aku hanya mengucek saja, Kanda.” Kata isteriku.

Setelah dua bulan, kemeja ku pun mulai terlihat ringkih. Hampir saja ia menemui sakaratul maut. Dan aku pun sudah tidak lagi memakainya. Berakhir sudah kepercayaanku yang ku titipkan padanya. Hanya karena materi, ia tega membohongiku.

Bèk tasangka nyang nye rakan, nyang jak sajan watèë kaya

Tapi nyang nye rakan, nyang jak sajan watèë papa  

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 6, 2012 in Kick

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: