RSS

Secuil Penjelasan Tentang Sebutan ‘Aku’, ‘Kami’, dan ‘Dia’ Untuk Allah Dalam Al-Qur’an

15 Jun

Dalam membaca tafsir Al-Qur’an, kita sering menjumpai bahwa Allah Subhanahu wata’ala menyebut diri-Nya dengan tiga sebutan, ‘Aku’, ‘Kami’ dan ‘Dia’. Bagi orang yang telah belajar ilmu Al-Qur’an dan ilmu bahasa Arab dengan baik, penyebutan semacam ini sudah dapat dimaklumi. Karena ini merupakan bukti keluasan ilmu tata bahasa Arab. Namun bagi sebagian kita yang pengetahuan agama kita masih belum memadai, sebutan seperti ini, tentunya akan menimbulkan tanda tanya besar.Allah menyebut dirinya dengan sebutan ‘Aku’, itu memang seharusnya. Karena memang sudah hak-Nya Allah. Kita tidak menganggapnya sombong. Karena memang sombong itu pakaian Allah. Al-Kibriyau Libasi (Sombong itu pakaian-Ku) kata Allah dalam sebuah Hadits Qudsi. Namun, ketika Allah menyebut dirinya dengan sebutan ‘Kami’, tentu ini akan sangat menggangu keimanan kita, yang memang masih sangat lemah. Karena dalam kaidah bahasa Indonesia, kata ‘Kami’ bermakna orang pertama jamak, yang berarti lebih dari satu. Lantas, logika kita akan berkata “Berarti Allah tidak Esa dong…”

Apalagi ketika Allah menyebut diri-Nya dengan ‘Dia’. Pemahaman bahasa kita, ‘Dia’ bermakna orang ketiga tunggal yang berarti Ia menyebut yang lain. Pemahaman awam kita mengatakan bahwa “Berarti ada tuhan lain selain Allah dong…”

Sesungguhnya tidak lah demikian adanya. Islamonline.com dengan bijak menjelaskan hal ini kepada kita. Dalam artikel yang diposting tanggal 10 November 2011, Islamonline menjelaskan perbedaan sebutan ‘Aku’, ‘Kami’ dan ‘Dia’ sebagai berikut,

  • Aku (Allah) : digunakan dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan Allah secara mutlak dan menunjukkan proses yang dilakukan secara langsung, tanpa melibatkan makhluk. Coba perhatikan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah 33 dan Surat Thaha 14 berikut,

Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

  • Kami (Allah) : digunakan dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan bahwa Allah dalam melakukan proses tersebut melibatkan unsur ciptaan yang lainnya. Contohnya, Allah menciptakan manusia dengan mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalam rahim seorang ibu, setelah itu tumbuhlah janin beberapa bulan lamanya sehingga menjadi bayi manusia sempurna. Perhatikan Qur’an Surat Al-Mu’minun 12,

Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.”

Juga dalam menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya, Allah juga melibatkan malaikat. Dan Allah menyebut diri-Nya dengan Kami, perhatikan surat Al-Hijr 9,

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

  • ia (Allah): digunakan dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan esensi dari ke-MAHA-ah yang dimiliki-Nya. Contoh, Dia yang Maha Esa, Dia yang Maha Kuasa, Dia yang Maha Kekal dan lain sebagainya. Coba perhatikan Surat Al-Ikhlas 1,

Katakanlah : “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (Maha Satu).”

Inilah secuil penjelasan yang dapat kami bagi untuk kita semua. Mudah-mudahan bisa bermanfaat adanya untuk menambah keimanan dan ketaatan kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Amin. Wallahu a’lam. (el)

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on June 15, 2012 in Al-Qur'an

 

Tags: , , ,

4 responses to “Secuil Penjelasan Tentang Sebutan ‘Aku’, ‘Kami’, dan ‘Dia’ Untuk Allah Dalam Al-Qur’an

  1. anarif

    January 29, 2015 at 11:42 pm

    Bahasa Arab ALLAH itu hanya pangkal ASMA’UL KHUSNA atau pangkal NAMA NAMA YANG INDAH.. Bagi DIA TUHAN Pencipta Sekelian Alam.. // Katakan lah: “DIA LAH NAMA BAGI DZAT YANG MAHAESA.” // Nama hanya simbolik belaka bagi DZAT YANG MAHA ESA.. // Nama harus perlu di perbetulkan arti kata maknaNya. Supaya tidak keliru.. Tanpa di sadari.. Kebanyakan orang hanya menyembah Nama.. bukan Makna Nya ! Harap Maklum.. Selawat dan salaam.

     
    • faridwajidi

      May 14, 2015 at 3:57 am

      Jadi teringat Sayyida Umar yg berkata pd hajar aswad, bahwa hajar aswad hanya lah batu, ia menciumnya hanya karena perintah Allah melalui lisan Rasul-Nya…

       
      • anarif

        May 14, 2015 at 4:30 am

        KERNA ITU KAUM ADAM JANGAN BERLAKU ZALIM TERHADAP KAUM HAWA..!!! SEPERTI SUJUD TANDA HORMAT.. SELAWAT DAN SALAAM.

         
      • anarif

        May 21, 2015 at 12:39 am

        Malahan manusia jua yang pandai berkata Kami, Aku dan Dia.. Tapi tak mengetahui Nya.. Seperti burung kakek tu.. pandai berkata tak tau makna..???

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: