RSS

Jangan Pernah Samakan Isteri Dengan Ibu Anda

18 Jun

Menyenangkan hati isteri adalah suatu keharusan. Sebagai jalan untuk membangun rumah tangga yang penuh cinta. Kata-kata manis memang memikat. Bahkan sering dijadikan jerat untuk meluluhkan hati wanita. Namun jika berlebihan ia bisa berujung petaka. Awalnya hanya sekedar canda akhirnya harus membayar denda. Sesuatu yang seharusnya halal bahkan membuahkan pahala tapi malah menjadi haram dan mendatangkan dosa. Semua itu Hanya karena kita melakukan hal yang kelihatannya sepele di mata kita, Zhihar.Zhihar. Apa itu Zhihar? Penulis yakin tidak semua pasangan suami isteri tahu makna dari Zhihar tersebut. Jika pun ada, itu baru hanya sebatas makna yang belum mendalam. Karenanya, penulis mencoba memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya tentang makna Zhihar ini, agar kita tidak lagi terperangkap dalam Zhukhrufal Qauli Ghururan (kata-kata indah yang menipu) yang pada dasarnya ingin menyenangkan hati isteri namun berbuntut pada haramnya mendekati isteri.

Zhihar adalah perkataan suami yang menyamakan tubuh isteri dengan tubuh ibunya. Baik bagian tubuhnya atau seluruhnya. Awal mulanya zhihar ini adalah kebiasaan cara kaum jahiliyah dalam menalak isterinya. Mereka menyebutkan kata-kata, “Bagiku, engkau bagaikan punggung ibuku,” saat akan menalak isterinya. Namun, ketika Islam datang dengan ajarannya yang indah, Allah Subhanahu wa Ta‘ala memerintahkan kepada suami yang men-zhihar isterinya untuk membayar kafarat (denda) sehingga zhihar-nya tersebut tidak sampai menjadi thalak.

Pada mulanya kalimat zhihar ini berbunyi, “engkau bagiku laksana perut ibuku,” hal ini sebagaimana disebutkan Sayyid Abu Bakr Bin Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyati al-Mishri dalam kitabnya I’anatut Thalibin jilid 4 halaman 35. Orang-orang jahiliyah menggunakan kata dhahrun yang bermakna punggung sebagai kiasan dari kata perut karena punggung adalah tiangnya perut. Punggung adalah tempat bagi menunggangi. Dan perempuan adalah tunggangan – dalam makna kiasan – bagi suami. Maka kalimat “engkau bagiku bagaikan punggung ibuku” adalah kiasan menaiki daripada tunggangan. Karenanya, ketika suami mengucapkan kalimat itu, seakan berkata “engkau kutunggangi seperti kutunggangi ibu.”

Meskipun dalam menjelaskan makna zhihar, banyak kitab yang mencontohkan dengan perumpamaan ibu. Namun, sesungguhnya zhihar itu juga berlaku dengan penyebutan muhrim suami selain ibu. Baik muhrim karena nasab (keturunan), persusuan atau pun karena sebab perkawinan (mushaharah). Selain itu, penentuan zhihar juga tidak terbatas pada penyebutan bagian tubuh saja. Tetapi juga penyebutan tubuh secara keseluruhan. Artinya bahwa menyamakan bagian tubuh atau keseluruhan tubuh isteri dengan tubuh muhrim suami adalah termasuk dalam perbuatan zhihar. Para ulama pun telah bersepakat bahwa ucapan zhihar itu tidak mesti harus menyebutkan “bagiku”, tanpa menyebutkan kata “bagiku” pun ia sudah termasuk zhihar. Dengan demikian mengucapkan kalimat “tanganmu seperti tangan kakakku,” juga telah termasuk ke dalam melakukan zhihar.

Kedudukan Dosa Zhihar

Sayyid Abu Bakr menjelaskan bahwa Zhihar adalah perbuatan haram yang termasuk dalam kabair (dosa besar). Beliau mendasarkan pandangannya pada firman Allah subhanahu wa ta’ala,

”… dan Sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu Perkataan mungkar dan dusta…” (Q.S. Al-Mujadilah : 2)

Kafarah, Denda Dari Zhihar

Saat zhihar ini telah diucapkan suami, maka haramlah suami untuk mendekati isterinya. Hal ini sebagaimana firman Allah swt,

Dan orang-orang yang menzhihar isteri-isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib baginya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri tersebut bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kalian dan Allah Maha Mengetahui apa yang Kalian kerjakan.” (Q.S. Al-Mujadilah : 3)

Dan sabda Rasulullah SAW,

 “… Janganlah kamu mendekatinya sehingga kamu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepadamu.” (HR. Ahmad, Abu Dawud Nasai dan Tirmidzi)

Sangat jelas penjelasan yang Allah berikan dalam ayat di atas, juga penjelasan Rasulullah, bahwa tidak boleh (haram) suami  mendekati isteri yang telah di Zhihar sebelum suami membayar kafarat (denda).

Adapun kafarah yang dibebankan kepada suami yang telah men-zhihar isterinya adalah sebagaimana difirmankan Allah dalam surat Al-Mujadilah 3-4,

Orang-orang yang menzhihar isteri-isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib baginya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri tersebut bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kalian dan Allah Maha Mengetahui apa yang Kalian kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak, maka wajib baginya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Dan barangsiapa yang tidak kuasa(wajib baginya) memberi makan enampuluh orang miskin. Demikianlah supaya kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.(Q.S. Al-Mujadilah: 3-4)

Jelas bahwa kafarah bagi suami yang telah men-zhihar isterinya adalah dengan memerdekakan seorang budak. Jika ia tidak mampu maka dengan berpuasa selama dua bulan secara berturut-turut. Jika ia juga tidak mampu maka suami wajib memberi makan enam puluh orang miskin.

Adapun syarat budak yang dimerdekakan haruslah budak mukmin yang terpelihara dari aib, hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Jami’u Jawami’il Mushannifat hal 25. Begitu pun untuk denda dengan memberi makan orang miskin, yakni dengan memberikan satu mud (setara dengan 2 kaleng susu) makanan pokok setempat untuk setiap orang miskin. Artinya, seorang suami harus mengeluarkan makanan pokok sebanyak 60 mud (120 kaleng susu).

Inilah sepintas tentang zhihar dan kafaratnya. Karenanya berhati-hatilah selalu dalam kita bertutur kata, terutama dalam rangka menyenangkan hati isteri kita. Jangan sampai tujuan yang mulia itu berakhir denda. Karena kata-kata kita ternyata termasuk dalam golongan zhihar yang diharamkan Allah. Wallahu a’lam.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2012 in Keluarga, Syari'ah

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: