RSS

Sedekah Mengharap Balas

10 Jul

Buat apa anda bersedekah? Apa yang anda harapkan dengan mengorbankan harta Anda? Ikhlas? Bohong… Anda pasti sedang mencoba menipu, jika Anda mengatakan bahwa Anda berderma karena ikhlas. Lha kok bisa? Ya, memang seperti itu adanya. Anda mengakuinya atau tidak. Sesungguhnya setiap yang kita korbankan ada feetback yang kita harapkan. Minimal adalah balasan dari Allah swt. Betul?Ye… kalau balasan dari Allah mah semua kita mengharapkan. Anda pasti akan mengatakan begitu. Hanya saja yang kita harapkan hanyalah keridhaannya. Ah… anda sudah mulai mencoba berbohong lagi. Kalau Anda benar-benar mengharapkan keridhaan Allah, maka Anda tidak akan memilih pecahan terkecil yang Anda sedekahkan. Kalau memang Anda benar-benar ikhlas, anda tidak akan memilih recehan yang lusuh untuk Anda dermakan. Dan kalau Anda benar-benar rela karena Allah, Anda tidak akan mengingat apa yang akan Anda makan nanti setelah Anda bersedekah.

Sesungguhnya kita adalah makhluk pamrih. Yang senantiasa mengharap balas atas setiap pengorbanan yang menunggu puji dari apa yang kita lakukan. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari kenikmatan (pleasure) dan menghindar dari kesengsaraan (pain). Dan Allah maha tahu dengan semua ini, makanya ia menyediakan ganjaran atas semua perbuatan. Ada pahala dan surga, ada dosa dan ada neraka.

Allah juga menjanjikan balasan khusus kepada mereka yang bersedekah, yakni balasan 2 kali lipat,10 kali lipat, atau 700 kali lipat. Kalau tidak boleh pamrih tentu Allah tidak akan menjanjikan hal demikian dalam kitab suci-Nya. Jadi boleh dong pamrih? Ya. Boleh lah, asal pamrihnya sama Dia. Bukan kepada manusia. Dan memang kita diperintahkan untuk pamrih, berharap, dan meminta kepada-Nya kan?. Bukankah Allah berfirman,

Mintalah kepada-Ku. Niscaya akan Ku kabulkan bagi kalian,”

Sesungguhnya ketika kita berbicara masalah pamrih, maka ia tidak akan terlepas dari berbicara masalah keikhlasan. Pamrih dan ikhlas adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Jika pamrih adalah mengharap balasan, maka keikhlasan adalah kerelaan dan keridhaan. Namun demikian keikhlasan kadang-kadang harus dimulai dari pamrih bahkan paksaan.

Masih ingat ketika Anda belajar shalat dulu? Apakah Anda ikhlas? Bisa ya, bisa tidak. Kemungkinan besar Anda melakukannya supaya mendapatkan ganjaran dari orang tua. Atau mungkin karena takut akan hukuman yang akan diberikan mereka?. Diakui atau tidak, sebagian besar diri kita melakukannya dengan terpaksa karena perintah orang tua. Lalu apa yang Anda rasakan sekarang?. Begitu ringan kan melaksanakan shalat? Itu semua karena keikhlasan yang sudah terbentuk dalam diri Anda. Karena Anda telah ikhlas. Walaupun masih ada juga sebagian orang yang tetap merasa berat. (Mudah-mudahan Anda tidak termasuk di dalamnya). Jika suatu amalan telah dilakukan atas dasar keikhlasan, tentu semuanya akan mudah dan ringan untuk dilaksanakan. Karena akan ada kepuasan dan kesenangan yang didapatkan setelah amalan itu dilaksanakan.

Begitu pula dalam halnya dalam meminta kepada Allah. Jika kita tidak boleh pamrih, berharap dan meminta kepada Allah, sama siapa lagi kita akan meminta? Sama dukun? Kita diharamkan mendatanginya, kecuali dua dukun, dukun beranak dan Dedi Dukun, hehehe…

Oleh karenanya, pupuklah kebiasaan dalam beribadah. Dalam bersedekah. Jangan menunggu ikhlas dulu baru sedekah. Tapi bersedekahlah selalu sampai Anda menemukan keikhlasan itu. Ikhlas by doing istilahnya. Setelah Anda membiasakannya, Anda akan mendapatkan rasa ikhlas itu. Wallahu a’lam.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 10, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: