RSS

Agar Bisnis Kita Dengan Allah Langgeng

11 Jan

bisnis_allahPada edisi yang lalu, kita telah membahas tentang berbisnis dengan Allah dan benefitbenefit-nya. Begitu besar keuntungan yang dijanjikan Allah dalam berbisnis dengan-Nya. Namun demikian, layaknya berbisnis dengan manusia, tentunya berbisnis dengan Allah juga ada pasang-surutnya. Bukan karena Allah melanggar kesepakatan bisnis dengan kita. Maha suci Allah dari segala kecurangan. Tapi, itu semua berasal dari diri kita. Oleh karenanya, kita harus senantiasa mewaspadai pasang-surutnya dan mempersiapkan antisipasinya agar bisnis kita dengan Allah dapat terus berlanjut.

Sebagaimana yang telah kita bahas pada edisi yang lalu, bahwa bisnis yang kita maksudkan adalah bisnis yang melibatkan Allah didalamnya, yakni bisnis di jalan Allah. Bukan membisniskan ibadah kepada Allah. Apalagi membisniskan Allah, Tuhan kita. Na’uzubillahi minha.

Keuntungan yang Allah berikan dalam berbisnis dengan-Nya mencakup dua aspek. Jangka pendek dan jangka panjang. Keuntungan jangka pendek adalah sebagaimana kita bahas pada edisi lalu. Sifatnya materil (kebendaan)dan cakupannya adalah duniawi semata. Pelipat-gandaan keuntungan misalnya. Atau usaha kita berkembang pesat. Sedangkan keuntungan jangka panjang lebih bersifat ganjaran atau balas jasa, yang cakupannya mencakup dunia dan akhirat.

Dalam mencapai keuntungan jangka panjang inilah kita harus menambah jurus bisnis kita agar balasan keuntungan yang dijanjikan Allah tidak hanya di dunia saja. Tetapi di akhirat juga. Jurus tersebut adalah keimanan kita kepada Allah dan keikhlasan kita semata-mata hanya karena Allah. Allah swt berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya Karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, Kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (Tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Q.S Al-Baqarah : 168).

Jika keduanya (iman dan ikhlas) tidak menyertai investasi kita. Maka ia tidak akan pernah bisa memberikan nilai apa-apa bagi akhirat kita. Bukankah Rasulullah juga telah mengisyaratkan bahwa amal manusia hanya akan diterima Allah dengan tiga syarat? Niat yang ikhlas karena Allah, dikerjakan sesuai dengan tuntunan syariah dan dikerjakan dengan ikhlas tanpa mengharapkan pamrih dari siapa pun juga.

Kondisi keimanan ini lah yang senantiasa mengalami pasang-surut. Karena memang sudah menjadi sunnatullah, bahwa iman manusia itu terkadang naik dan terkadang turun (yazid wa yankus). Pasang-surut keimanan inilah yang menyebabkan keikhlasan kita berbisnis dengan Allah pun ikut pasang-surut. Dan ujung-ujungnya adalah bisnis kita dengan Allah menjadi setengah hati. Jika demikian, maka keuntungan yang Allah janjikan pun bisa saja ditunda. Oleh karenanya, janganlah kita menyalahkan Allah, jika impian kita pun akhirnya gagal.

Keberhasilan bisnis kita, keuntungan usaha kita, semuanya adalah impian kita. Dalam mewujudkan dan memperjuangkan tercapainya impian itu, kita harus bersikukuh menjaga kelanggengannya. Berusaha agar ia terus berjalan di atas rel yang telah di tentukan. Jagalah impian kita dengan selalu mengingat rumus impianyang diajarkan Ippho Santosa dalam bukunya, Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan, 6i (impian, ikhtiar, ibadah, iman, ikhlas = ijabah). Awali kesuksesan kita dengan menetapkan impian yang ingin kita rengkuh. Bukankah orang tua kita pernah mengajarkan kepada kita sebuah peribahasa, ‘gantungkanlah impianmu setinggi langit.’. Kemudian sertakan dengan kesungguhan usaha untuk mencapainya. Iringi ikhtiar dengan kesungguhan ibadah. Karena kedekatan kita dengan Allah (dalam ibadah dan doa kita kepada-Nya)adalah jalan bagi dimudahkannya segala urusan kita. Kemudian ikuti semuanya dengan keimanan yang penuh kepada Allah. Keimanan yang melahirkan keikhlasan dan kepasrahan atas semua kehendak dan takdir Allah. Sehingga akhirnya akan melahirkan istijabah. Diterimanya segala pinta kita dan dikabulkannya segala impian kita.

Rumus 6i ini adalah perpaduan antara kemanusiaan dan ketuhanan. Disana terlibat usaha dan upaya manusia. Dan juga  tidak terlepas dari campur tangan Allah di dalamnya. Semua usaha kita pada akhirnya akan ditentukan oleh Allah jua. Bukankah Allah tidak pernah menilai hasil akhir dari apa yang kita kerjakan? Tapi Ia senantiasa menilai proses yang kita lakukan untuk mencapai hasil tersebut.

Begitu halnya dengan berbisnis dengan Allah. Di satu sisi memang ini adalah hubungan kita dengan Allah. Bisnis kita dengan-Nya. Namun di sisi lain, bisnis kita ini melibatkan manusia lain di dalamnya. Costumer yang memetik manfaat dari bisnis kita. Oleh karenanya, kita mesti menjaga partner bisnis kita dan juga menjaga pelanggan kita. Jangan sampai bisnis kita menyakiti hati pelanggan kita, yang bisa menyebabkan keuntungan bisnis jangka panjang kita hilang sirna, sebagaimana firman Allah yang kami kutib di atas.

Inilah diantara begitu banyak jalan untuk me-langgeng-kan bisnis kita dengan Allah. Teruslah untuk terus berinvestasi di jalan-Nya. Teruslah untuk menafkahkannya di jalan yang diridhai-Nya. Dan akhirnya, kami mengutip 3 tips populer yang sering diulang-ulang dalam pengajian Aa Gym, mulai lah dari diri sendiri, mulai lah dari yang terkecil dan mulai lah saat ini juga. Wallahu a’lam,semoga bisnis kita dengan Allah dapat terus berjalan sampai tiba masa kita ber-tawajjah dengan-Nya di hari yang dijanjikan-Nya. Amin…

Pernah dimuat di rubrik cermin hal mimbar Harian Aceh tanggal 24 Juni 2011

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 11, 2016 in Uncategorized

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: