RSS

Hukum Membaca Bismillah

24 Feb

bismillah-natureSudah menjadi kebiasaan sehari-hari umat Islam memulai segala aktifitasnya dengan basmallah. atau lebih dikenal dengan bismillahirrahmanirrahim. Namun tidak sedikit pula yang belum mengerti hukum membacanya pada setiap keadaan. Tentunya semua kegiatan baik dimulai dengan bismillah. Tetapi ada juga perbuatan yang makruh, bahkan haram dimulai dengan bismillah. Karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui segala hukum yang berkaitan dengan membaca bismillah ini. Sehingga kita tidak tergelincir kepada perbuatan dosa.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

كل أمر ذى بال لا يبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أبتر وفي رواية فهو أقطع وفي رواية فهو أجزم

Artinya : “Tiap-tiap pekerjaan yang mempunyai cita-cita yang tiada dimulai di dalamnya dengan bismillah, maka pekerjaan itu terpotong di bagian akhirnya (kurang berkah), dan jika ia sempurna pada hasil sekalipun yaitu pada lahirnya, tetapi tiada sempurna pada maknanya.”

Di dalam kitab Aqidatun Najin, Syeikh Sanusi menjelaskan bahwa hukum membaca bismillah terbagi kepada 4 bagian, yaitu :

  1. Wajib, yaitu membaca bismillah pada permulaan surat al-fatihah di dalam shalat.
  2. Sunat, yaitu membaca bismillah pada segala pekerjaan yang memiliki cita-cita yang sesuai dengan tuntunan syara’ dan tidak disyari’atkan perintah memulai dengan selain bismillah, maka sunat memulai dengan bismillah.
  3. Haram, yaitu haram membaca bismillah pada segala pekerjaan yang haram dzaty, yakni bukan haram ‘aradhy, maka haram kita memulai dengan bismillah seperti berzina. Ini pun jika tidak di-qashad menghina nama Allah, dan jika di-qashad yang demikian itu niscaya ia menjadi kafir (murtad).

Haram dzaty adalah keharamannya mutlak karena memang pekerjaannya mutlak haram dilakukan. Contohnya adalah berzina, mencuri, minum arak dan lainnya.

Sedangkan haram ‘aradhy adalah keharamannya yang disebabkan oleh faktor lain, bukan dari pekerjaan itu sendiri. Contohnya adalah ber-wudhu dengan air rampasan. Wudhu hukumnya sunnah, sedangkan merampas air hukumnya haram. Maka ber-wudhu demikian tetap disunnahkan membaca bismillah.

  1. Makruh, yaitu makruh membaca bismillah pada segala pekerjaan yang makruh dzaty seperti melihat faraj (kemaluan) isteri, maka makruh membaca bismillah pada memulai melihatnya.

Hampir serupa dengan haram, makruh pun demikian. Makruh dzaty adalah makruh yang mutlak karena pekerjaan tersebut hukumnya makruh. Contohnya seperti yang tersebut diatas.

Begitu juga dengan makruh ‘aradhy, kemakruhannya disebabkan oleh faktor lain diluar pekerjaan tersebut. Contohnya memakan bawang putih. Makan bawang putih hukumnya mubah, tapi karena berakibat pada bau badan dan mulut maka hukumnya makruh. Karenanya, membaca bismillah pada hal yang demikian tetap hukumnya sunnah.

Mudah-mudahan dengan secuil penjelasan ini bisa menjadikan kita lebih bijak dalam memilih kegiatan yang akan kita mulakan dengan menyebut nama Allah. Sehingga pekerjaan kita akan memperoleh keberkahan dari Allah swt. Amin…

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 24, 2016 in Syari'ah

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: