RSS

Pencuri Shalat

17 May

shalatMerujuk judul, tentunya sebagian diantara pembaca akan nyelutuk, ‘ah masa sih… shalat aja malas, kok malah nyuri shalat?’ hehehe… iya, sepintas memang terdengar aneh bin ajaib. Apalagi fenomena hari ini senantiasa menyuguhkan kita pemandangan yang seperti itu. Pemandangan orang-orang yang malas bahkan lupa shalat. Namun, sungguh, judul ini terinspirasi dari hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya“Sesungguhnya sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat pun bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana seseorang mencuri shalatnya?” Beliau pun bersabda, “Ia tidak menyempurnakan ruku’nya dan sujudnya. Dan sesungguhnya orang yang paling bakhil (kikir) adalah orang yang kikir untuk mengucapkan salam.” (H.R. Thabrani)

Dalam bukunya yang berjudul “Mengapa Engkau Curi Shalatmu?,”. Dr. KH. M. Hamdan Rasyid, MA, Kepala Bidang Takmir Jakarta Islamic Centre (JIC) menjelaskan bahwa pencuri shalat adalah orang yang telah memperlakukan shalat dengan gegabah dan sembrono. Ia mengerjakan shalat, tetapi shalatnya tidak lebih seperti shalat “patuk ayam”. Maksudnya adalah orang yang mengerjakan shalat yang tidak ada kekhusukan di dalamnya. Ia shalat “borongan”, ingin cepat selesai, belum sempurna ruku’nya, ia sudah i’tidal, belum sempurna ia bersujud, ia telah bangkit dari sujudnya.  Tidak ada tumakninah di dalam shalatnya. Shalatnya hanya untuk melepas kewajibannya semata sebagai seorang yang mengaku beriman. Sehingga ruh dari gerakan-gerakan dan bacaan-bacaan shalat tidak lagi didapatkannya. Maka tidak mengherankan jika janji Allah dalam Al-Qur’an, bahwa shalat itu bisa mencegah dari berbuat keji dan munkar tidak lagi berlaku.

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Ankabut : 45)

Akhirnya, tidak lagi mengherankan, jika fonomena kehidupan kita hari ini menyuguhkan begitu banyak pemandangan yang ironis. Ahli shalat, yang senantiasa meramaikan jama’ah di masjid-masjid, malah ia yang paling rajin berbuat dosa. Ia yang hitam jidatnya, ia pula yang makan riba. Ia yang kerap dekat dengan mushalla, ia pula yang sering berdusta. Inilah akibat dari seringnya kita mencuri shalat kita.

Sekarang yang menjadi pertanyaan besar bagi kita adalah apakah kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mencuri shalatnya?. Jika kita terbiasa dengan shalat yang tenang, tidak diburu dengan keinginan untuk segera mengakhirkannya dengan salam. Maka bergembiralah kita, karena kita termasuk dalam golongan orang-orang yang menjaga shalat kita. Dan orang yang menjaga shalatnya adalah salah satu tanda dari orang-orang mukmin. Allah SWT berfirman,

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, Dan orang-orang yang menunaikan zakat, Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal Ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Mukminun : 1-11)

Namun, jika shalat kita masih sembrono, galak-galak droe, lagee manok choh eumpeun, maka segeralah bertaubat kepada Allah. Karena, sungguh kita telah meremehkan suatu perintah Allah yang begitu mulia, yang untuk memerintahkan manusia melakukannya, Allah SWT sampai mengundang Nabi SAW pada waktu yang khusus dan di tempat yang sangat mulia, tinggi lagi agung, yaitu di Sidratul Muntaha. Maka pantaslah, jika Rasulullah melabelkan orang-orang semacam ini, orang yang shalatnya setengah hati, dengan sebutan ‘pencuri’ yang paling jahat.

Pencuri inilah yang Allah sebutkan dalam surat Al-Maun sebagai orang yang celaka. Allah berfirman,

Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Q.S. Al-Maun : 4-5)

Di surat yang lain di dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga menceritakan tentang perbincangan antara penghuni surga dengan penghuni neraka pada hari kiamat. Allah swt berfirman,

Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?.  Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, Dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, Dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,” (Q.S. Al-Mutdatsir : 42-45)

Tentu kita tidak ingin disebut sebagai pencuri shalat, bukan? Dan tentunya juga kita tidak mau digolongkan dalam golongan orang-orang yang mencuri shalat, kan? Karenanya, dengan momentum Isra’ Mi’raj ini, mari kita memperbaiki shalat kita. Ingatlah, bahwa amal yang paling awal di-hisab dari seorang hamba oleh Allah nanti di hari kiamat adalah shalat. Jika shalat kita baik maka ia telah menang dan sukses. Dan jika shalatnya rusak maka rugi ia. Wallahu a’lam.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 17, 2016 in Kick, Syari'ah

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: